Produk Pakai Ulang: Pilihan Berkelanjutan bagi Perempuan dan Planet

oleh Tim KOMIt August 27, 2026

Sebagian besar perempuan saat ini bergantung pada produk menstruasi sekali pakai selama siklus mereka, seperti pembalut. Pembalut menstruasi pertama kali dibuat dari cellucotton, bahan nabati super-absorben yang awalnya dikembangkan untuk perban medis dan kemudian dialihfungsikan. Pembalut sekali pakai pertama kali dikomersialisasikan pada abad ke-19 dan hingga kini tetap menjadi salah satu pilihan paling populer bagi perempuan. Meskipun tidak terlalu umum di Indonesia, jenis produk lain seperti tampon juga banyak digunakan di berbagai negara.

Namun, produk-produk sekali pakai saat ini mengandung hingga 90% plastik dan membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai (UNEP, 2021). Dengan perkiraan bahwa satu individu dapat menggunakan sekitar 10.000 produk menstruasi sekali pakai sepanjang hidupnya, jumlah limbah yang dihasilkan sangat besar. Material yang tidak dapat terurai secara hayati, ditambah dengan volume limbah yang dihasilkan, menimbulkan kekhawatiran lingkungan untuk generasi mendatang.

Kekhawatiran Lingkungan Terkait Produk Kebersihan Menstruasi Sekali Pakai

Produk menstruasi sekali pakai memiliki potensi untuk melepaskan bahan kimia beracun dan mikroplastik ke lingkungan, yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada ekosistem. Hal ini terjadi karena metode pembuangan produk yang sering kali tidak tepat dan bisa berakhir di lahan terbuka atau badan air, sehingga berkontribusi pada pencemaran tanah dan air. Ketika dibuang sebagai sampah biasa, limbah menstruasi tetap berakhir di tempat pembuangan akhir dan pada akhirnya menambah polusi, karena plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terurai.

Dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan mendorong kesadaran untuk mencari alternatif produk pakai ulang. 
Meskipun saat ini produk pakai ulang masih belum umum karena dianggap kurang praktis. Namun dengan meningkatnya kesadaran dan pengetahuan akan gaya hidup berkelanjutan, produk-produk pakai ulang mulai semakin di kenal. 

Beberapa produk menstruasi yang dapat digunakan kembali tersedia di pasaran saat ini, seperti menstrual cup, celana dalam menstruasi (period underwear), pembalut kain, dan menstrual disc. Beralih ke opsi ini dapat membantu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan setiap siklus. Menstrual cup dapat digunakan hingga 10 tahun, sementara celana dalam menstruasi dan pembalut kain dapat digunakan hingga lebih dari lima tahun dengan perawatan dan penyimpanan yang tepat. Pergeseran ke produk yang dapat digunakan kembali dapat mengurangi jumlah limbah plastik dari produk kebersihan menstruasi di tempat pembuangan akhir.

Di KOMIt Foundation, kami percaya bahwa sanitasi tidak boleh mengorbankan keseimbangan lingkungan dan ekologi. Oleh karena itu, kami mendukung akses dan edukasi tentang produk menstruasi yang aman dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari fokus kami dalam mempromosikan keberlanjutan dan pemberdayaan perempuan, kesadaran akan produk menstruasi yang dapat digunakan kembali sangatlah penting. Pengetahuan tentang opsi berkelanjutan dapat membantu perempuan mengatasi masalah yang mereka hadapi selama siklus menstruasi, sekaligus mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan secara umum.